Skip to content
Panduan · Izzuddin Ayyash · 10 Juni 2026

Cara Merawat Lapangan Badminton Agar Karpet Awet Hingga 10 Tahun

Panduan lengkap cara merawat karpet lapangan badminton vinyl agar tidak licin dan menggelembung. Hindari kesalahan fatal pengepelan dan pelajari SOP dry mopping yang benar.

Cara Merawat Lapangan Badminton Agar Karpet Awet Hingga 10 Tahun
Bagikan: WhatsApp X

Investasi membangun lapangan badminton, terutama yang menggunakan karpet vinyl berkualitas, bukanlah hal yang murah. Banyak pemilik GOR di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sering mengeluhkan karpet mereka cepat rusak, menggelembung, atau permukaannya menjadi licin hanya dalam waktu satu hingga dua tahun.

Padahal, jika dirawat dengan benar, karpet badminton standar BWF seperti Li-Ning atau Flypower bisa bertahan hingga 5-10 tahun. Masalahnya biasanya terletak pada SOP perawatan harian yang salah kaprah. Berikut adalah panduan lengkap cara merawat lapangan badminton Anda agar tetap awet, kesat, dan aman bagi pemain.

1. Rutin Membersihkan Debu (Dry Mopping)

Debu adalah musuh utama karpet vinyl. Gesekan sepatu pemain dengan partikel debu halus bertindak seperti ampelas yang secara perlahan mengikis lapisan atas (wear layer) karpet. Lakukan sapu kering (dry mopping) minimal dua kali sehari.

Berdasarkan pengalaman kami menangani perawatan GOR di Bandung, menggunakan pel microfiber lebar (dust mop) sangat efektif untuk mengangkat debu tanpa merusak tekstur karpet. Hindari menggunakan sapu ijuk yang kasar.

2. Pel Basah dengan Cairan Khusus (Bukan Deterjen Biasa)

Ini adalah kesalahan paling fatal yang sering kami temukan saat melakukan inspeksi proyek di Medan dan Makassar. Banyak pengelola GOR mengepel karpet vinyl menggunakan cairan pembersih lantai rumah tangga atau deterjen biasa. Bahan kimia keras ini akan meninggalkan residu lilin (wax) yang justru membuat lapangan menjadi sangat licin dan berbahaya.

Gunakan pembersih pH netral (pH 7) yang dirancang khusus untuk lantai olahraga. Pel karpet secara rutin (seminggu sekali) menggunakan air bersih dengan campuran cairan pembersih tersebut. Pastikan kain pel tidak terlalu basah (lembab saja) agar air tidak merembes ke celah sambungan (welding rod).

3. Larangan Penggunaan Sepatu Lari / Kasual

Sepatu lari (running shoes) memiliki sol yang tajam dan tebal yang bisa merusak permukaan karpet. Selain itu, sepatu kasual (sneakers) dengan sol berwarna gelap sering meninggalkan bekas hitam (scuff marks) di karpet. Wajibkan semua penyewa untuk menggunakan sepatu khusus badminton dengan sol karet asli (non-marking shoes).

Tips Menghilangkan Bekas Sepatu

Jika ada noda gesekan sepatu (scuff marks), jangan dikerok menggunakan benda tajam! Gunakan bola tenis bekas yang dipotong dan digosokkan ke noda tersebut, noda akan terangkat tanpa merusak karpet.

4. Kontrol Suhu dan Kelembapan

Karpet vinyl bereaksi terhadap suhu. Di area dengan suhu panas ekstrem atau sirkulasi udara buruk, lem dasar karpet bisa meleleh dan menyebabkan karpet menggelembung. Pastikan GOR Anda memiliki ventilasi silang yang baik atau sirkulasi exhaust fan yang memadai. Jika Anda berlokasi di daerah tropis pesisir seperti Denpasar atau Semarang, pastikan atap GOR dilapisi peredam panas (alumunium foil).

Kapan Harus Mengganti Karpet?

Bahkan dengan perawatan terbaik pun, karpet memiliki masa pakai. Jika karpet Anda sudah kehilangan tekstur (botak) di area tengah lapangan, sambungan mulai terlepas dan tidak bisa dilas ulang, atau karpet mulai mengeras dan kehilangan daya serap kejutnya (shock absorption), maka sudah saatnya melakukan peremajaan.

Artikel Terkait

Panduan teknis lainnya dari Kawan Sport Indonesia.